Berita Bola, MEMBICARAKAN Liga Inggris tidak lengkap jika tidak membahas tentang Arsenal. Klub asal London Utara tersebut tercatat sebagai salah satu klub yang memiliki sejarah panjang di kompetisi tertinggi Negeri Ratu Elizabeth tersebut.

Kejayaan Arsenal terjadi di awal tahun 2000-an tepatnya musim 2003-2004 di mana mereka sukses menjadi tim pertama yang merengkuh gelar Liga Inggris dengan tidak pernah kalah. Atas prestasi tersebut, Tim Gudang Peluru diganjar oleh trofi emas sebagai simbol kedigdayaan.

Salah satu sosok yang mengantarkan Arsenal ke depan pintu gerbang ke suksesan adalah sang arsitek, Arsene Wenger. Kepiawaiannya meracik strategi, sukses membuat The Gunners – julukan Arsenal – menjadi salah satu kekuatan di Liga Inggris.

Setahun berselang, Arsenal gagala mempertahankan mahkota juaranya. Thierry Henry dan kawan-kawan kala itu hanya mampu menempati posisi dua klasemen akhir di bawah Chelsea. Namun musim itu, mereka sukses menutup dengan satu gelar FA Cup.

Sayang setelahnya, prestasi Arsenal terbilang menurun. Tidak ada lagi piala yang menghiasi lemari trofi milik Meriam London. Bahkan mereka harus rela puasa gelar sampai hampir satu dekade. The Gunners baru sukses menambah dereta trofinya setelah menjadi juara di ajang FA Cup dengan mengalahkan Hull City 3-2.

Kegagalan Arsenal merengkuh gelar jelas menimbulkan protes keras dari pada pendukung setianya. Mereka menyerukan agar Arsene Wenger untuk mundur atau meminta manajemen memecat pelatih asal Prancis tersebut.

Namun sampai detik ini, Wenger masih dipertahankan manajemen untuk membesut Meriam London dalam gelaran Liga Inggris musim 2016-2017. Banyak yang menilai, kepiawaiannya dalam membesarkan seorang pemain dan kemudian di jual dengan harga mahal menjadi alasan tersendiri manajemen mempertahankan pelatih 66 tahun tersebut.

Tidak hanya itu, Wenger juga terkenal dengan sosok yang sangat “pelit” dalam urusan belanja pemain. Buktinya di bursa transfer musim panas 2016, Arsenal hanya mendatangkan Granit Xhaka dari Borussia Monchengladbach.

Jika melihat pergerakan tim lain, jelas Arsenal sangat tertinggal. Bahkan calon lawannya di laga perdana yakni Liverpool, sukses mendatangkan setidaknya enam pemain di bursa transfer musim ini. Termasuk dua nama yang cukup mencuri perhatian di Liga Inggris musim lalu, Sadio Mane serta Georgio Wijnaldum.

Bertemu Liverpool dengan skuad yang terbilang anyar, Arsenal jelas akan mengalami kesulitan. Strategi 4-2-3-1 milik kedambaan Wenger akan mendapat hadangkan serius dari 4-3-3 kepunyaan Jurgen Klopp.

Wenger juga saat ini masih dipusingkan dengan tumpulnya lini depan yang ia miliki. The Walcott yang diplot selama tes pramusim belum menunjukan progres yang signifikan. Di sisi lain, The Reds – julukan Liverpool – kini tengah dalam kepercayaan diri tinggi setelah melibas Barcelona dengan empat gol tanpa balas.