BERITA BOLADua Pelatih Asing Jadi Korban Ganasnya Liga 1, Siapa Berikutnya?

Kompetisi Liga 1 2017 baru bergulir dua pekan. Tapi, fakta mengejutkan tersaji. Dua pelatih klub Liga 1 dipecat.

Yang pertama dipecat adalah pelatih Persipura Jayapura, Angel Alfredo Vera. Secara mengejutkan, kerjasama Vera dengan Persipura berakhir pada Minggu, 16 April 2017.

Keputusan itu diambil setelah manajemen Persipura, tim pelatih, dan pemain melakukan rapat. Kedua pihak pun berpisah baik-baik meski tidak jelas alasan yang melatarbelakangi pemecatan tersebut.

Padahal, Vera merupakan pelatih yang berjasa membawa Persipura menjuarai Torabika Soccer Championship (TSC) 2016. Vera sendiri menjadi pelatih Persipura sejak 3 Agustus 2016 atau saat pertengahan TSC bergulir. Ia menggantikan pelatih sebelumnya, yaitu Jafri Sastra.

Sempat kurang meyakinkan, secara perlahan ‘Mutiara Hitam’ secara perlahan tampil solid dibawah asuhan Vera. Bahkan, di akhir musim, Persipura keluar sebagai juara meski sempat diragukan banyak pihak.

Selain Vera, asisten pelatih Tony Ho juga ‘degradasi’. Ia tidak lagi berada di tim senior Persipura. Ia diminta fokus di tim Persipura U-19. Selanjutnya, tongkat pelatih Persipura dipegang oleh Liestiadi.

Bersama Liestiadi, Persipura sudah melakoni dua laga di Liga 1. Empat poin diraup berkat hasil imbang 1-1 melawan Persegres Gresik United di Stadion Mandala, Jayapura, dan menang 2-1 atas Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.

Persipura kini menempati peringkat empat klasemen sementara Liga 1. Raihan poin mereka sama dengan enam tim lain, yaitu Semen Padang, PSM Makassar, Persija Jakarta, Arema FC, Barito Putera, dan Sriwijaya FC. Adapun posisi puncak ditempati Semen Padang.

Setelah Vera, pelatih lain yang secara mengejutkan dipecat adalah Hans Peter Schaller. Ia tidak lagi menjadi pelatih Bali United. Dalam laman resmi LinkAlternatif SBOBET, Hans resmi diumumkan tidak lagi jadi bos Irfan Bachdim dan kawan-kawan.

Perbedaan visi-misi jadi alasan pemecatan Hans. Tapi kedua pihak sepakat mengakhiri kerjasama dengan cara baik-baik. Hans pun sudah berpamitan dengan para pemain dan official Bali United.

Di Liga 1, Hans sudah dua kali memimpin Bali United dari pinggir lapangan. Hasilnya, dua laga diakhiri dengan kekalahan. Pertama kalah 0-2 oleh Madura United di Madura. Kedua, kalah 1-2 di kandang sendiri oleh Persipura Jayapura. Bali United kini terdampar di dasar klasemen Liga 1 karena belum meraih satu poin pun.

Sementara secara keseluruhan, sejak ditangani Hans, Bali United total sudah melakoni delapan pertandingan, baik uji coba maupun di Liga 1. Hasilnya, Bali United menelan empat kekalahan, dua kali imbang, dan sekali menang.

Bersama Hans, Bali United juga sempat melakoni turnamen dengan format trofeo yaitu Trofeo Bali Island Cup 2017. Saat itu, Bali United menjadi juara.

[ Baca Juga – Tak Sangka Buat Gol, Cahill: Saya Yakin Itu Bikin Southampton Ciut ]

Untuk sementara, posisi Hans digantikan Eko Purjianto yang sebelumnya menjabat sebagai asisten pelatih. Eko dinilai layak untuk memimpin Bali United karena faktor kedekatannya dengan pemain. Ia juga sudah mengenal seluk-beluk tim dan karakter pemain.

Dipecatnya dua pelatih berpaspor asing itu jelas menjadi bukti panasnya kursi pelatih klub di Liga 1. Dari sederet klub yang ada, beberapa nama mungkin rawan tergusur.

Ada nama Timo Schneunemann yang melatih Persiba Balikpapan. Dua kekalahan diderita Persiba dari dua laga awal Liga 1. Persiba kini ada di posisi 17 klasemen sementara atau setingkat di atas Bali United.

Lalu ada nama Djadjang Nurdjaman. Pelatih Persib itu belum meraih kemenangan bersama timnya musim ini. Dua kali meraih hasil imbang, Persib kini bercokol di peringkat 13.

Selain itu, Persegres Gresik United, Pusamania Borneo FC, dan Mitra Kukar juga belum meraih kemenangan. Ketiganya sama-sama memiliki poin karena masing-masing baru meraih sekali imbang dan sekali kalah.

PS TNI juga belum meraih kemenangan. Catatan mereka sama dengan Persib yaitu menelan dua hasil imbang. Tapi performa mereka mengalami peningkatan dan mental bertanding yang baik meski skuadnya didominasi pemain muda.

Lalu, siapa pelatih yang akan jadi korban keganasan berikutnya di Liga 1? Mungkin jawabannya akan ditentukan berdasarkan raihan tim dalam laga-laga berikutnya di Liga 1.