BERITA BOLA, Ejek Timnas Singapura, MASOC Keluarkan Pernyataan Resmi Terkait Umpatan Kasar Fans Malaysia

Gelaran SEA Games ke-29 yang kali ini menunjuk Malaysia sebagai tuan rumah dinodai berbagai kontroversi. Turnamen olahraga bergengsi se-Asia Tenggara itu sebelumnya telah tercoreng sejak pesta pembukaan pada Sabtu 19 Agustus 2017.

Saat itu, pihak penyelenggara membagikan buku souvenir kepada seluruh kontingen yang hadir. Namun, pada halaman ke-80 buku panduan tersebut, bendera Indonesia digambarkan terbalik. Merah putih yang dijunjung tinggi bangsa Indonesia malah menjadi putih merah.

Kejadian tersebut sekaligus menjadi awalan berbagai kontroversi lainnya yang dilakukan Malaysia selaku tuan rumah. Tentunya, ada banyak tingkah publik Negeri Jiran itu yang membuat negara lain selain Indonesia jengah. Kali ini, netizen kembali menyoroti tingkah suporter Malaysia.

Pada pertandingan cabang olahraga sepakbola, Tim Nasional (Timnas) Singapura berhadapan dengan Timnas Malaysia. Namun, pada pertandingan di Stadion Shah Alam, Rabu 16 Agustus 2017 itu, terdengar umpatan kasar dari suporter lokal yang berjuluk Ultras Malaya.

[ Baca Juga : ” Soal Kartu Merah Kyle Walker di Laga Kontra Everton, Pep Guardiola Enggan Berkomentar ” ]

Dari salah satu video yang diunggah di Youtube, terdengar teriakan ‘Singapore An***g dibu**h saja’. Pertandingan saat itu pun ditutup dengan kemenangan Malaysia 2-1 atas Singapura. Menjadi viral di internet, video umpatan kasar pendukung Malaysia sendiri dikecam berbagai pihak.

Pernyataan resmi pun keluar dari Malaysia Organising Committee (MASOC) selaku penyelenggara SEA Games 2017. Meski merilis pernyataan resmi, tak tersurat permohonan maaf secara langsung kepada Timnas Singapura. Berikut rilis resmi Link Alternatif SBOBET.

“Kami merujuk pada insiden yang menunjukkan suporter lokal (Ultras Malaya) menyerukan ejekan kepada Timnas lain yang ramai dibicarakan di media sosial. Sebagai penyelenggara KL2017, MASOC berharap insiden ini bisa mengingatkan publik jika SEA Games merupakan sarana di mana atlet bertemu dan berkompetisi dengan berbagai negara lain di Asia Tenggara untuk memperkuat hubungan,” tulis MASOC.

“Insiden ini berbanding terbalik dengan spirit kebersamaan dan persatuan, khususnya mengejek Timnas lain dengan bentuk apa pun sungguh disayangkan. MASOC akan terus memantau situasi dan bekerja dengan pihak terkait untuk menghindari insiden lain terjadi,” sambungnya.

“Sementara itu kami juga mengimbau para suporter dari semua negara yang berpartisipasi untuk menunjukkan spirit olahraga yang bagus ketika mendukung timnya masing-masing. Para penggemar juga harus menghindari nyanyian yang mengejek agama atau ras,” tutup rilis MASOC pada 22 Agustus 2017.