Berita Bola, Real Madrid sempat dikaitkan dengan Paul Pogba. Gelandang Juventus asal Prancis itu juga tidak merahasiakan hasratnya bergabung dengan Los Blancos. Zinedine Zidane pun bakal sangat bahagia, jika kompatriotnya bisa bergabung dalam skuat untuk musim depan.

Tetapi, saat ini, Manchester United seperti tidak punya pesaing dalam usaha memulangkan pemain yang pernah mereka sia-siakan. Dilansir dari Panduan Judi Online pada Kamis 21 Juli 2016, ada empat alasan Presiden Real Madrid Florentino Perez, menahan diri dalam pembelian Pogba.

Pertama terkait dengan James Rodriquez. Gelandang asal Kolombia, itu adalah tipe pemain yang sangat disukai Perez, karena sangat mudah dipasarkan. Merek-merek besar melekat pada citra James, dan dia idola dari negara yang strategis untuk marketing global Real Madrid.

Mereka memiliki suporter setia yang sangat besar jumlahnya di Kolombia, terlihat jelas dari nilai penjualan kaus James, yang bersaing dengan Cristiano Ronaldo. Bergabungnya Pogba, akan mengancam waktu bermain James di tim utama, membuat dia akhirnya bakal memutuskan hengkang.

Kedua, pembelian Pogba membutuhkan dana luar biasa besar. Madrid tidak bisa melakukannya, tanpa melepas salah satu pemain bintang. Ketika membeli Gareth Bale, Gonzalo Higuain yang dilepas. Striker asal Argentina, itu kemudian malah sukses bersama Napoli.

Higuain membuktikan dirinya, sebagai pencetak gol kelas dunia. Napoli, bahkan menetapkan harga lebih dari 90 juta euro, pada klub-klub yang berminat meminang. Saat membeli James, Angel di Maria yang dikorbankan. Beberapa klub sempat menunggu nasib James, saat Madrid mulai dikaitkan dengan Pogba.

Manchester United jadi salah satu klub, yang siap menampung James. Di bawah Jose Mourinho yang pernah menangani Real Madrid, James bisa kembali jadi pil pahit bagi Real Madrid, seperti dalam kasus Higuain.

Ketiga, hubungan buruk dengan Mino Raiola, salah satu agen pemain paling berpengaruh di dunia. Dia terkenal sangat rakus, terutama dalam hal komisi, dan tidak semua pemain yang ditanganinya sukses berkembang di klub baru. Mario Balotelli hanya salah satu contoh pemain gagal yang ditanganinya.

Hubungan antara Raiola dan Perez juga sedang memburuk. Musm lalu, direktur Real Madrid Jose Angel Sanchez telah mencapai kesepahaman dengan Raiola, terkait transfer Pogba. Perez membatalkannya. Dia tidak menyukai Raiola, yang merupakan negosiator agresif.

Komisi sebesar 20 juta euro diminta Raiola dari Real Madrid. Tuntutannya juga bertambah, setelah Manchester United menawarkan Raiola komisi lebih besar, dari tuntutannya ke Real Madrid. Raiola disebut bakal memperoleh komisi khusus sekitar 25 persen dari nilai transfer Pogba.

Terakhir, adalah tidak adanya kebutuhkan mendesak. Real Madrid dua kali menjadi juara Liga Champions dalam tiga musim terakhir. Perez tidak melihat pentingnya membuat pengeluaran sangat besar, seperti pembelian Pogba dengan pemain-pemain yang mereka miliki sekarang.

Apalagi, Pogba tidak cukup bersinar di Piala Eropa 2016, bersama timnas Prancis. Kesuksesan di turnamen internasional, menjadi salah satu faktor utama Perez, dalam memutuskan perekrutan pemain, seperti saat dia membeli James Rodriguez.