Judi Online –Bolivia vs Uruguay: Melawan Ketinggian La Paz ,

Bukan deretan pemain Bolivia yang dikhawatirkan pelatih Timnas Uruguay, Oscar Washington Tabarez, saat membawa tim asuhannya bertandang ke Estadio Hernando Siles, Jumat (9/10) dinihari.

Melainkan ketinggian kota La Paz yang dinilai pelatih 68 tahun itu yang akan menjadi musuh utama skuat asuhannya di laga perdana kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Amerika Selatan tersebut.

Ketinggian ibu kota Bolivia itu, yang berada di ketinggian 3.637 meter di atas permukaan laut, membuat oksigen di tempat tersebut sangat tipis.

Hal itulah yang dikhawatirkan Tabarez bisa menyulitkan timnya saat melakoni laga melawan tim tuan rumah.

Selama ini, kondisi itulah yang membuat Bolivia nyaris selalu menang ketika bertanding di La Paz.

Para pemain Bolivia yang sudah terbiasa dengan kondisi oksigen yang sangat tipis tersebut, bahkan tercatat pernah menjinakkan Brasil 2-0 pada tahun 1993 di babak kualifikasi Piala Dunia 1994.

Bolivia juga pernah secara mengejutkan mempecundangi Argentina 6-1, pada April 2009. Kekalahan itu merupakan yang terburuk buat tim Tango dalam 60 tahun terakhir.

Judi Online

Sebaliknya dengan Uruguay, mereka selalu mengalami kesulitan memetik tiga angka saat tampil di La Paz. Dalam dua pertemuan terakhir, Uruguay tak pernah menang, dengan hasil sekali imbang dan sekali kalah.

Yang paling memalukan adalah saat mereka dihancurkan 4-1 oleh Bolivia pada 17 Oktober 2012.

Mengacu pada catatan itulah La Verde (Si Hijau), julukan Bolivia, difavoritkan akan menjungkalkan La Celeste (Biru Langit), julukan Uruguay, pada pertandingan di Stadion Hernando Siles, dinihari nanti.

“Statistik tidak memihak kepada kami ketika bermain di La Paz. Ini sungguh sulit, dan saya tidak berpikir bahwa pertandingan kali ini bakal berjalan berbeda,” kata Oscar Washington Tabarez.

Kesulitan Uruguay bertambah karena mereka juga tak bisa menurunkan dua bintang di lini depan, yakni Luis Suarez yang masih kena skor akibat menggigit bek Italia Giorgio Chiellini di Piala Dunia 2014, dan Edinson Cavani lantaran kena kartu merah di Copa America 2015.

Keadaan itu membuat Tabarez tak punya pilihan lain, dan terpaksa mempercayakan Abel Hernandez dan Christian Stuani untuk mengisi dua tempat di lini depan.

Meski demikian, Tabarez tak menyerah begitu saja. Ia tetap menyiapkan mental anak asuhnya menyambut laga ini, dengan berlatih menjaga berkonsentrasi penuh terhadap aspek-aspek sepak bola.

“Kami berpikir memperkuat gagasan bahwa kami akan mencari kemenangan di setiap pertandingan,” lanjutnya.

Di sisi lain, Bolivia juga tak main-main mempersiapkan laga itu. Pelatih Bolivia, Julio Cesar baldivieso, bahkan menerapkan latihan ala militer untuk membangun kedisiplinan dan komitmen pasukannya.

Sementara Presiden Bolivia, Evo Morales, sengaja mengubah jam kerja di negaranya tersebut, agar rakyatnya bisa datang ke stadion dan memberi dukungan kepada skuat La Verde.

BintangBola | 338Poker
Customer Satisfaction is Our Main Concern

BBM : 2A3AF1B1
WhatsApp : +855 9696 23232
WeChat : Bintangbola
YM : csbintangbola |csbintangbola2
Facebook : bintangbola
Twitter : @bintang_bola
Google+ : +BintangBola