Berita Bola, Ketajaman Kane Bantu Inggris Gasak Tunisia

Inggris terlalu tangguh bagi Tunisia. Buktinya, tim asal Afrika itu dibuat menyerah kalah 1-2 oleh Three Lions pada laga perdana penyisihan Grup G Piala Dunia 2018, Selasa 19 Juni.

Menurut Link Alternatif Terbaru 2018, Inggris memang mendominasi pertandingan. Menilik catatan statistik, Inggris bermain dengan penguasaan bola sebanyak 59 persen. Bahkan, mereka juga tampil agresif dengan menciptakan tujuh tembakan mengarah ke gawang.

Tekanan membuat Tunisia tidak mampu berbuat banyak pada laga tersebut. Mereka hanya menciptakan satu tembakan mengarah ke gawang.

Inggris sudah mengawali laga dengan baik. Buktinya, mereka mampu menciptakan banyak peluang pada awal babak pertama. Beberapa kali, Three Lions mengancam lewat peluang-peluang yang diciptakan Dele Alli dan Harry Kane.

Gol akhirnya diciptakan Inggris ketika laga memasuki menit ke-11. Saat itu, Kane sukses membobol gawang kiper Tunisia Mouez Hassen usai memanfaatkan bola pantulan di dalam kotak penalti.

Berawal dari umpan sepak pojok yang disambut John Stones dengan sundulan. Bola mampu ditepis Hassen. Namun, bola masih liar di dalam kotak penalti sehingga mampu dimanfaatkan Kane.

Nasib apes dialami Hassen. Ia tidak bisa melanjutkan permainan setelah terkapar akibat menepis sundulan Stones. Hingga akhirnya, ia digantikan oleh Ben Mustapha pada menit ke-15.

Inggris tidak mengendurkan serangan kendati unggul. Sejumlah peluang mereka ciptakan melalui Jordan Henderson dan Lingard.

Sial bagi Inggris. Saat mendominasi pertandingan, mereka justru harus kebobolan pada menit ke-35. Saat itu, gawang kiper Jordan Pickford harus dibobol oleh Ferjani Sassi lewat tendangan penalti.

Kesempatan penalti didapat Tunisia menyusul pelanggaran yang dilakukan bek Inggris Walker. Ia kedapatan menyikut Fakhreddine Ben Youssef.

[ Baca Juga – ” Harapan Deschamps Usai Prancis Kalahkan Australia ” ]

Kebobolan membuat Inggris semakin agresif. Mereka terus menggempur pertahanan Tunisia. Beruntung bagi Tunisia karena upaya-upaya Inggris tidak ada yang membuahkan hasil.

Hingga turun minum, tidak ada gol tambahan tercipta. Skor 1-1 bertahan.

Memasuki babak kedua, Inggris tampak bermain hati-hati. Hal serupa dilakukan Tunisia. Alhasil, laga cukup berjalan alot.

Melihat situasi tersebut, pelatih Inggris Gareth Southgate berupaya melakukan penyegaran di lini depan. Ia memasukkan Marcus Rashford pada menit ke-69. Striker Manchester United tersebut masuk menggantikan Sterling.

Kehadiran Rashford memberikan efek yang cukup signifikan bagi Inggris. Mereka tampak lebih agresif.

Sejumlah peluang pun diciptakan Inggris. Di antaranya diciptakan oleh Trippier dan Young.

Melihat timnya tak kunjung menciptakan gol, Southgate kembali melakukan pergantian pemain. Tepat pada menit ke-83, ia memasukkan Ruben Loftus-Cheek untuk menggantikan Dele Alli.

Inggris akhirnya berhasil mencetak gol pada masa injury time. Gol tersebut dicetak oleh Kane. Ia berhasil melepaskan sundulan setelah menerima umpan dari Harry Maguire di dalam kotak penalti.

Hingga laga usai, kedua tim tidak lagi mencetak gol. Inggris meraih kemenangan dengan skor 2-1.

Kemenangan ini membuat Inggris memanaskan persaingan di puncak klasemen Grup G. Sebab, mereka sama-sama memiliki poin yang sama dengan Belgia, yakni tiga poin.