Berita Bola , Italy – Pasukan Lazio datang ke Stadion Olimpico dalam derby ibu kota Italia, Minggu (8/11) ini dengan penuh percaya diri.

Kemenangan tandang di Liga Europa atas Rosenbrog 2-0 menjadi modal bagi mereka untuk datang dengan kepala tegak.

“Ini merupakan raihan tiga angka penting untuk masa depan, sekarang kami bisa bersiap untuk melakoni pertandingan derby. Kami datang dengan sikap yang benar. Dari menit pertama pertandingan, kami mengambil inisiatif,” kata penyerang Lazio, Filip Djordjevic di Football Italia.

Kemenangan atas Rosenborg disebut Djordjevic sangat penting agar Lazio bisa segera memastikan satu tiket ke babak 32 besar Liga Europa.

Lebih penting lagi, Lazio bisa memutus dua rentetan kekalahan dengan hasil bagus di kandang Rosenborg.

Pemain asal Sebia yang menyumbang sebiji gol di laga melawan Rosenborg ini memastikan mereka menyiapkan diri diri sebaik mungkin untuk memenangi derby bergengsi tersebut.

“Derby Roma selalu menarik. Ini bukan tentang kalah menang dalam satu pertandingan, tapi tentang tradisi dua klub ibu kota yang punya akar tradisi kuat di Italia. Ini soal pertaruhan nama besar,” ujarnya memprovokasi.

Derby Roma memang memancarkan bara. Tak jarang pula kedua kubu terlibat duel-duel keras menjurus kasar.

Sebagai catatan, salah satu derby terpanas di Italia ini telah mengoleksi 44 kartu kuning dan lima kartu merah, terhitung sejak tiga tahun lalu.

Sayangnya, derby kali ini mungkin tidak akan ada gemuruh sorak sorai penonton, suara petasan yang memekakkan telinga, atau nyala kembang api.

Padahal daya tarik derbi ibukota Italia tersebut bukan hanya terletak pada bagaimana kedua tim berjibaku di lapangan. Tapi juga emosi penonton yang selalu saja memunculkan drama.

Curva sud, pendukung fanatik Roma sengaja melakukan aksi boikot datang ke stadion menyaksikan pertandingan sejak 30 Agustus silam.

Mereka melakukannya sebagai bentuk protes terhadap pendirian pagar pembatas setinggi lebih dari tiga meter untuk alasan keamanan.

Pagar itu digunakan sebagai pemisah antara curva sud dan pendukung Lazio yang dikenal dengan sebutan curva Nord. Penjagaan di stadion juga diperketat polisi.

Daniele de Rossi sempat mengungkapkan kesedihannya setelah Roma mengalahkan Empoli 3-1 di stadion kebanggaan warga Roma.

Saat itu ia mencetak gol kedua. Tetapi tak ada fans Roma di tribun yang turut larut dalam kebahagiaannya merayakan gol tersebut. ia menyayangkan hal itu terjadi saat dirinya merayakan penampilannya yang ke 500 bersama Roma.

“Kami berharap situasi ini dapat diselesaikan segera,” keluhnya dikutip dari gazzettaworld.gazzetta.it.

Entah bagaimana membayangkan sepinya Olimpico di laga derbi della Capitale. Mungkin pemandangan saat Francesco Totti selfie bersama puluhan ribu tifosi yang bersorak di tribun penonton, setelah mencetak gol di laga derbi pada 11 Januari 2015 hanya tinggal kenangan.

Apalagi Roma saat ini tengah berusaha untuk bersaing dalam perebutan scudetto. Mereka berada di peringkat ketiga klasemen sementara dengan 23 angka.

Mereka tertinggal satu angka dari Fiorentina dan Inter, di peringkat pertama dan kedua. Upaya mempertahankan jarak semakin tak mudah karena mereka berhadapan dengan Lazio, seteru satu kota. Dalam kondisi seperti itu dukungan fans sangat penting.