Bandar Bola

Bandar Bola – Pemecatan Indra Sjafri, Pesta Pora Persib, dan Hancurnya ‘Garuda’ Senior di Vietnam ,

November 2014 diwarnai sejumlah peristiwa penting di dunia sepak bola Indonesia. Di antaranya akhir kisah Indra Sjafri dengan tim nasional U-19, sukses Persib Bandung kembali menjuarai Liga Indonesia, dan hancurnya timnas senior di Piala AFF 2014.

Agen Bola | Bandar Bola
Awal bulan November publik Indonesia dikejutkan dengan keputusan PSSI memecat Indra Sjafri dari pos pelatih timnas U-19. Indra dinilai gagal memenuhi target lolos Piala Dunia U-20 2015 di Selandia Baru. Evan Dimas dkk. memang tak berhasil mencapai semifinal sebagai syarat utama ke ajang tersebut, terhenti di fase grup setelah kalah di tiga laga yang dilalui.

Meski tampil buruk di turnamen tersebut, keputusan memecat Indra amat disayangkan. Apalagi sosok ini yang berhasil menemukan bakat-bakat muda tanah air, sekaligus membawa mereka menjuarai Piala AFF U-19 tahun 2013 dan lolos ke Piala Asia U-19 sebagai juara grup, menaklukkan lawan sekelas Korea Selatan. Banyak pihak menilai justru program PSSI yang perlu dibenahi alih-alih mengganti pelatih.

Bandar Bola

Di Bandung, bulan November menjadi bulan yang tak terlupakan untuk masyarakat Kota Kembang. Setelah 19 tahun menanti, Persib kembali juara Liga Indonesia setelah menang adu penalti atas Persipura Jayapura. Sementara penyerang mereka, Ferdinand Sinaga, dinobatkan sebagai pemain terbaik.

Masyarakat Bandung pun menyambut gelar ini dengan pesta dan konvoi di jalanan kota. Sebaliknya, bagi Persipura kegagalan ini menandai kutukan untuk juara bertahan Indonesia Super League masih berlaku, di mana tak ada tim yang bisa mempertahankan titel.

Seluruh masyarakat Indonesia juga sejatinya punya peluang untuk berpesta saat timnas senior bertarung di Piala AFF 2014 di Hanoi, Vietnam. Sayangnya justru kegagalan yang harus kembali disaksikan. Timnas hancur lebur.

Di partai pertama, anak asuh Alfred Riedl bermain tak mengesankan meski memetik hasil imbang 2-2 dengan Vietnam setelah dua kali tertinggal. Usai laga, Riedl mengakui timnas beruntung tak kalah. Setelah gagal meraih hasil maksimal melawan Vietnam, laga kedua kontra Filipina jadi harapan. Rekor bagus selama 80 tahun tak pernah kalah dari The Azkals jadi tumpuan.

 

Kampusbet | Jendralpoker
Kami ada karena Anda

BBM      : 2AE11015
SMS      : +62 8788 7980 368
WhatsApp : +855 8731 8883
WeChat   : KampusBet
YM       : CSKampusbet@yahoo.com
Facebook : kampusbet
Twitter  : Kampusbet
Google+  : Kampusbet