Bandar Bola

Berita Bola,JOSE Mourinho selangkah lagi bakal menjadi manajer Manchester United. Kabarnya, Mou –sapaan akrab Mourinho– akan menandatangani kontrak selama tiga tahun bareng Man United pada Jumat 27 Mei 2016.

Namun, rumor kedatangan Mou tak disambut positif oleh beberapa fans Manchester Merah. Dengan hadirnya manajer berpaspor Portugal tersebut, Red Devils ditakutkan bermain pragmatis dan tak atraktif seperti ketika masih diasuh Sir Alex Ferguson.

Jika dilihat secara kasat mata, ada perbedaan dasar yang mencolok antara pola pengembangan Mou dan Fergie –sapaan akrab Ferguson. Mou merupakan tipe manajer yang tak terlalu membutuhkan penyerang tajam di skuadnya.

Pria berusia 53 tahun justru mengandalkan pemain-pemain di lini kedua untuk mencetak gol. Tak heran, semasa menjadi pelatih Chelsea di periode pertama, Frank Lampard kerap kali menjadi top skor tim.

Kekurangan dari strategi tersebut, permainan The Blues –julukan Chelsea– tak lagi menarik untuk disaksikan. Sebab, penyerang yang sedianya ditugaskan mencetak gol justru seakan menjadi boneka atau sekadar berperan sebagai pengecoh di suatu pertandingan.

Beda halnya ketika Fergie masih menangani Man United. Dalam pola 4-4-2 kesukaan pria berpasor Skotlandia tersebut, dua penyerang di depan sangat diandalkan untuk mengoyak jala gawang lawan.

Salah satu predator tajam Man United di era Fergie ialah Ruud van Nistelrooy. Pemain berpaspor Belanda itu mampu mengemas 149 gol dari 215 pertandingan. Saat itu, Nistelrooy kerap dimanjakan winger-winger lincah Manchester Merah seperti David Beckham dan Ryan Giggs.

Pola 4-4-2 racikan Fergie lebih sedap disaksikan ketimbang strategi 4-2-3-1 racikan Mou. Sebab, dua winger dalam pola 4-4-2 tak hanya dapat melancarkan crossing ke lini pertahanan, namun juga mampu menusuk langsung ke pertahanan lawan.

Akan tetapi, gaya permainan pragmatis seharusnya tak menjadi masalah. Sebab, ujung dari suatu pertandingan sepakbola adalah hasil. Karena itu, Mou harus menunjukkan pola yang dikembangkannya dapat memberikan hasil positif berupa trofi bagi klub yang telah memenangi 20 trofi Premier League tersebut.